Kendo, Aikido, martial art related

Friday, June 7, 2019

Perlengkapan Ninja (Ninja part 2)


Ninjatou, Shuriken, dan Pakaian Hitam

Mengenai senjata - senjata yang digunakan ninja, akan dibahas di artikel yang berbeda, untuk artikel ini, akan dibahas khusus mengenai 3 hal diatas
Pertama, Pedang Ninja (忍者刀). Pedang khusus Ninja sebenarnya tidak ada. Seperti yang sudah dijelaskan, konsep mengenai Ninja adalah penyamaran agar tidak bisa diketahui lawan . Jika ninja membawa / mengenakan senjata seperti pedang ninja, bagaimana hal ini bisa membantu penyamaran? Hal ini seperti menggunakan lencana besar yang mengatakan bahwa anda pelaku spionase, pencurian, dan sabotase. 

Pedang Ninja / ninjatou muncul sebagai senjata dari karakter ninja modern. Zaman dulu sudah ada pedang Jepang  yang lurus, bahkan sudah ada sejak jaman feodal. Tsuba persegi juga sudah ada namun ini merupakan topik yang berbeda. Seorang Ninja biasanya menggunakan pisau kecil dan mudah disembunyikan seperti Wakizashi, Tantou atau Uchigatana yang disembunyikan di balik tongkat. 

Selain itu, Ninja sangat terkenal menggunakan peralatan sehari - hari sebagai senjata contohnya Kama ( – sabit) atau juga Kunai (苦内), yang merupakan peralatan pertanian. Ada pula senjata Ninja yang begitu terkenal yaitu Shuriken (手裏剣). Kemungkinan besar, senjata berbentuk bintang yang dilemparkan ini tidak dibuat untuk digunakan sebagai senjata. Alat tersebut digunakan untuk memotong, mengelabui, dan juga melukai lawan yang tidak menggunakan baju perang, tapi sebenarnya tidak dimaksudkan untuk digunakan dalam pertarungan apalagi untuk membunuh seseorang. 

Ada beberapa jenis Shuriken yang akan dibahas dalam artikel berbeda, tapi yang paling penting adalah kegunaan dari alat ini.

Pakaian hitam Ninja yang sangat terkenal juga merupakan ciri - ciri ninja yang sering disalahpahami. Ninja memang menggunakan pakaian berwarna hitam atau berwarna gelap. Pakaian berwarna hitam atau gelap sangat membantu saat malam, khususnya jika bertujuan untuk menyelinap ke dalam kamp musuh dan menyulut api untuk memicu kebakaran. Hal itu bukan rekayasa ninja modern. Penggambaran tertua mengenai Ninja dengan pakaian hitam berasal dari Manga Hokusai dan cerita tersebut sangat terkenal. Dikatakan bahwa Ninja tidak hanya berpakaian serba hitam, namun juga warna lainnya seperti biru laut, coklat tua, serta hijau. 

Begitu juga tentang topeng ninja yang sangat terkenal. Penutup kepala ini sangat umum di Jepang. Pendapat yang sama juga berlaku untuk baju perang Ninja. Sebenarnya hal itu tidak ada, khususnya jika itu dimaksudkan untuk melawan baju perang samurai. Baju perang ninja biasanya dikaitkan dengan pakaian jenis Tatami, dibuat dari kusari, kikko, atau kombinasi keduanya, dengan sifat yang ringan, mudah disimpan, dan mudah disembunyikan dibawah pakaian biasa. Pakaian seperti inilah yang paling penting untuk dimiliki oleh seorang yang akan menyamar. Sangat mungkin jika seorang Ninja menggunakan baju pelindung seperti ini, tapi tidak hanya itu saja. 

Baju pelindung Tatami juga digunakan oleh Samurai, khususnya oleh polisi pada jaman Edo. Jika kita membahas mengenai Samurai yang juga seorang Ninja di masa sengoku, kemungkinan ia akan menggunakan baju besi standar samurai dalam pertempuran. 


Ini adalah ninja berpakaian hitam yang digambarkan di manga Hokusai. Terlihat ada pedang di punggung, icon yang begitu melekat dengan penggambaran ninja  


Ninja VS Samurai?

Seperti yang sudah dijelaskan, seorang Samurai bisa jadi adalah seorang Ninja, begitu juga seorang petani. Ninja bukanlah kelas sosial tertentu, namun sudah ada anggapan umum kalau Ninja adalah musuh bebuyutan Samurai, seperti kucing dan anjing. Tetapi sebenarnya tidak seperti itu. Contohnya Hattori Hanzou yang telah disebut di artikel sebelumnya, adalah seorang samurai juga seorang ninja. Walaupun hanya sedikit fakta yang ada di mitos "ninja vs samurai" , sebenarnya apa yang disebut dengan "Ninja VS Samurai" adalah referensi dari sebuah fakta sejarah yaitu dalam Perang Tenshou-Iga. 

Pada perang ini, provinsi Iga diinvasi oleh Oda Nobunaga (織田信長) dan berkat area yang bergunung-gunung serta ditutupi hutan, penduduk Iga dapat memukul mundur invasi tersebut. Keberhasilan mereka juga karena taktik gerilya yang mereka gunakan, yang biasanya dihubungkan taktik Ninja. Iga, seperti juga Koga adalah salah satu provinsi yang kaya kaitannya dengan Ninja. 

Sekali lagi, perlu diketahui bahwa Ninja di Iga yang bertempur dalam perang juga seorang Samurai. Namun, cara mereka bertempur sangat berbeda bagi pasukan Nobunaga. Sehingga anggapan Ninja melawan Samurai masih ada hingga sekarang.   


Tensho Iga no ran (天正伊賀の乱), dari ukiyo-e yang pembuatnya tidak diketahui
Bersambung ke bagian 3..

Penyamaran Ninja



Thursday, May 30, 2019

Apa itu Ninja? (Ninja Part.1)

1:28 PM Posted by author , , , , No comments
Seorang aktor yang menjadi petani; mungkin ini adalah penyamaran yang sangat umum digunakan oleh ninja. Dari "Aktor memerankan petani - Utagawa Toyokuni III"

Ninja (忍者), atau jika dikenal dengan sebutan Shinobi (忍び) atau Shinobi no mono (忍びの者) merupakan karakter yang sangat ikonik dalam kebudayaan dunia, sejarah militer, serta budaya modern atau pop-culture. Tidak bisa dipungkiri jika hampir semua orang mengenal ninja; tapi tidak semuanya mengetahui seperti apa ninja itu. 

Tujuan artikel ini adalah mengenalkan sosok ini dengan memberikan informasi yang benar terkait dengan pendapat yang kurang tepat selama ini. Terlepas dari usaha banyak sekali sejarawan dan penggemar sejarah, pendapat yang keliru itu masih ada hingga saat ini. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa karakter mistis yang dinamakan Ninja telah berkembang dan memberikan dampak besar di benak dan imajinasi orang-orang; Ninja memang sosok yang mistis dan magis bahkan pada cerita rakyat Jepang sendiri. Namun, ada banyak fakta (yang mana fakta itu sebenarnya tidak benar) yang dipercayai banyak orang sebagai kebenaran, walaupun sudah ada banyak sekali literatur yang dengan mudah menunjukkan kesalahan fakta-fakta tersebut. 

Siapakah Ninja? 

Ninja adalah sebuah profesi. Seperti namanya yang sesuai dengan huruf kanji kanji - yang merupakan akhiran dapat diartikan sebagai seseorang yang melakukan sesuatu, seperti seorang musha ( 武者 - ksatria) atau gyousha (業者 - pedagang).

Faktanya, Ninja bukanlah sebuah kelas sosial atau anggota dari kelompok rahasia. Seorang Ninja bisa jadi adalah seorang petani, pedagang, atau juga seorang samurai.

Selain pengertian secara bahasa tersebut, Ninja adalah mata-mata profesional. Tugas mereka adalah untuk memata-matai, mengumpulkan informasi dari seseorang yang mempekerjakan mereka serta melakukan sabotase dalam skala yang besar, melakukan pencarian, bekerja sebagai penjaga atau bodyguard atau tentara bayaran. Bahkan biasanya membunuh atau menghabisi musuh-musuh penting. Di antara pengertian tersebut, Ninja sangat jarang diperintahkan untuk menghabisi musuh atau lawan. 

Faktanya, tugas utama seorang Ninja bukanlah untuk menghabisi sebanyak-banyaknnya orang seperti yang dipercayai saat ini. Ninja memang bisa saja membunuh namun mereka dinilai dari kecerdikan mereka. Seorang Ninja lebih ditekankan untuk bisa menyamarkan dirinya di antara banyak orang, menandai lokasi, dan bertahan saat berada di area musuh, dibandingkan dengan belajar bertempur menggunakan pedang (kecuali jika Ninja tersebut juga seorang samurai), yang mungkin akan sangat berguna agar mereka bisa kembali dengan selamat. Namun, kemampuan menggunakan pedang tersebut tidak seharusnya digunakan,  karena Ninja seharusnya tidak boleh sampai ketahuan.

Seorang Ninja juga pasukan komando yang terlatih khususnya jika mereka bekerja dalam militer; Ada ksatria terkenal dalam sejarah Jepang yang bekerja sebagai pasukan khusus yang mampu mengaplikasikan taktik perang gerilya dan perang asimetris seperti Hattori Hanzou (服部半蔵) yang juga seringkali menggunakan bahan peledak. Jadi, bisa saja ada Samurai yang khusus berlatih di Ninjutsu (忍術),

Apa Itu Ninjutsu?

Ninjutsu masih jadi topik yang banyak diperdebatkan, khususnya dalam komunitas beladiri modern. Banyak orang berpikir bahwa Ninjutsu adalah sebuah seni beladiri yang menggunakan senjata - senjata eksotis atau tangan kosong. Sebagian lain berpikir bahwa Ninjutsu adalah semacam sihir. 

Pada kenyataannya, Ninjutsu adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi beragam teknik, seperti seni beladiri taijutsu (体術) , teknik memata - matai, bersembunyi, obat - obatan dan kimia serta proses pembuatan bahan peledak.

Semuanya adalah keahlian seorang Ninja yang harus dikuasai agar bisa bekerja secara efektif sebagai seorang mata-mata, pengintai, ahli sabotase, serta pembunuh.  Banyak dari teknik ini yang digunakan agar bisa menyamar saat berada di sebuah kota. Ada banyak petunjuk, yang ditulis di abad ke-17 mengenai keahlian yang disebut sebagai Ninjutsu. 

Dalam petunjuk berusia sudah sangat tua tersebut ditemukan berbagai referensi mengenai sihir tradisional Jepang yang disebut On’myo (陰陽); Mungkin inilah penyebab kenapa Ninja dihubungkan dengan mitos supranatural. Walaupun tidak ada jejak "sihir" dalam petunjuk tentang Ninjutsu sebelum pertengahan periode Edo. Walaupun teknik - teknik ini mungkin pernah digunakan, namun tidak terlalu efektif.  

Seorang ninja yang digambarkan sedang melakukan sihir untuk berubah menjadi tikus raksasa. Dari ukiyoe Utagawa Kunisada (歌川 国貞) 


Bersambung bagian 2 ... 


Perlengkapan Ninja

sumber artikel

Tuesday, May 21, 2019

Way of the Bow (Kyudo). Bagian 2

Yumi

Busur panah pada seni beladiri Kyudo dikenal dengan nama Yumi. Busur ini asimetris dan panjang. Berdasarkan catatan sejarah, penduduk Jepang sudah menggunakan busur asimetris sejak abad ketiga Sebelum Masehi. Pegangan berada pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur sehingga kurva bagian atas dan bagian bawah busur berbeda. Konstruksi asimetris ini mampu menghasilkan busur dengan kekuatan tinggi yang mampu diregangkan sejauh setengah tinggi badan pemanah.

Meskipun saat ini sudah tersedia busur modern berbahan karbon komposit, sebagian pemanah lebih memilih Yumi tradisional yang terbuat dari bambu, kayu, dan kulit. Konstruksi dan bahan pembuat Yumi tidak berubah selama ratusan tahun. Sangat penting untuk memperlakukan Yumi dengan hormat. Melangkahi Yumi yang tergeletak di permukaan tanah atau lantai dianggap tindakan tidak sopan. Juga sangat penting untuk tidak menyentuh Yumi milik orang lain tanpa ijin.



Ya

Ya adalah anak panah pada seni beladiri Kyudo. Ada dua jenis Ya, yaitu jenis pria dan jenis perempuan yang dibedakan posisi bulu yang bertolak belakang. Anak panah jenis pria yang disebut Haya, akan berputar searah jarum jam saat ditembakkan sedangkan anak panah jenis perempuan atau Otoya, akan berputar berlawanan arah jarum jam saat ditembakkan. Umumnya pemanah akan menembakkan anak panah urut bergantian, satu Haya disusul satu Otoya dan seterusnya.

Kyudo juga melatih karakter praktisinya, tidak hanya berhubungan dengan panahan tapi lebih dari itu, bagaimana sikap hidup mereka sehari-hari. Konsep untuk secara total membenamkan diri pada satu tugas dapat membantu menjernihkan pikiran. Dengan kata lain, sebuah bentuk “meditasi melalui tindakan”, meminjam konsep Budhisme Zen.Hal ini bisa membantu memancarkan martabat kemanusiaan melampaui berbagai halangan yang menutupinya. Pada akhirnya, hal ini akan membawa pada kemajuan moral dan spiritual.



Salah satu manfaat utama Kyudo justru mampu membantu praktisinya untuk menghindari konflik dan menahan diri, satu sifat yang cukup jarang dari seni beladiri. Setiap praktisi Kyudo diharapkan mampu menjunjung sopan santun, belas kasih, dan moralitas sepanjang waktu, serta mampu tetap tenang dan bermartabat meskipun berada dalam situasi tertekan.


Prinsip seni beladiri Kyudo bisa dirangkum sebagai “kebenaran, kebaikan, dan keindahan”. Kebenaran berkaitan dengan menembakkan anak panah dengan pikiran yang bersih, kebaikan merujuk pada karakter individu, dan keindahan merujuk pada keanggunan serta kehalusan etika Kyudo. Bagi sebagian praktisi, Kyudo hampir seperti kegiatan religius sedangkan bagi praktisi lainnya, Kyudo  lebih seperti latihan ketrampilan dan latihan target. Meskipun demikian, filosofi dan elemen ritual Kyudo lah yang membedakannya dengan jenis panahan lainnya.

Thursday, February 14, 2019

Way of the Bow (Kyudo). Bagian 1

4:47 PM Posted by author , , , No comments
Sebagian besar dari kita hanya familiar dengan seni beladiri asal Jepang yang sudah mendunia, sebut saja karate dan judo. Padahal selain dua seni beladiri populer tersebut, masih ada banyak seni beladiri lain yang kurang populer. Kyudo adalah salah satu seni beladiri Jepang yang kurang populer. Secara harfiah, Kyudo berarti “jalan busur” dan seni beladiri ini berakar dari tradisi kuno Shinto. Tradisi ini telah menggunakan busur dan panah sebagai bagian dari ritual selama lebih dari 2000 tahun.




Bagi praktisi seni beladiri ini, Kyudo lebih sebagai seni daripada olahraga panahan semata. Sikap dan kehormatan pemanah acap kali lebih penting dibanding mengenai target semata. Praktisi Kyudo, atau sang pemanah, akan melangkah dengan pelan dan anggun ke area pemanah. Sesampai di tempatnya, pemanah akan mengangkat busur ke atas kepalanya dan menarik tali busur sembari menurunkan posisi busur hingga anak panah sejajar pipinya hingga akhirnya anak panah ditembakkan menuju sasaran. Sepanjang proses tersebut, pemanah akan memfokuskan pandangan hanya tertuju pada sasaran panah. Pemanah yang baik bisa dikenali dari konsentrasi tingkat tinggi  yang mampu menunjukkan aura keterangan dan keheningan melingkupi tubuh mereka.



Sasaran panah sangat kecil, umumnya berdiameter 36 cm, dan berjarak 28 meter dari area pemanah. Sebuah tantangan besar untuk mengenai target sekecil dan sejauh itu. Jika anak panah berhasil mengenai target, semua orang akan meneriakkan kata “sha”, yang secara harafiah berarti “anak panah” atau tembakan. Pada perlombaan Kyudo, penilaian berdasarkan jumlah anak panah yang mengenai/tertancap di sasaran dan bukan kedekatan posisi anak panah dengan pusat sasaran.

Praktisi seni beladiri Kyudo wajib mengenakan hakama, sejenis kimono, dan praktisi perempuan juga mengenakan pelindung dada. Praktisi pria dan perempuan mengenakan sarung tangan kaku dari bahan kulit rusa untuk melindungi tangan mereka. Pemula yang baru belajar Kyudo akan berlatih merentangkan busur karet untuk melatih kekuatan dan melatih gerakan menarik busur dan membidik sasaran. Latihan awal ini bisa berlangsung selama beberapa bulan pertama sebelum bisa menembakkan anak panah pertama mereka.


Latihan praktisi Kyudo di Jogja


Seperti layaknya seni beladiri lain, ada tingkatan praktisi Kyudo, atau dikenal dengan “dan”, berdasarkan kecakapan memanah. Meskipun demikian, banyak praktisi yang berprinsip menolak adanya tingkatan bahkan menolak kompetisi. Sebaliknya, mereka lebih fokus pada peningkatan kecakapan individu. Bahkan diantara pemanah yang menerima konsep “dan” atau tingkatan, tidak ada simbol tertentu, misalnya sabuk berwarna, untuk membedakan tingkatan satu orang dengan lainnya. Bersambung ke bagian 2

Thursday, January 10, 2019

Baju Zirah Jepang. Bagian 2



Pada periode Muromachi, senjata api mulai dikenal dan jamak dikenalkan sehingga memaksa strategi pertempuran berubah drastis termasuk perubahan jenis baju perang. Pengaruh baju zirah Eropa juga turut mempengaruhi kemunculan serta popularitas baju zirah yang lebih modern yang dikenal dengan nama Tosei-gusoku. Satu set lengkap zirah modern ini terdiri dari pelindung badan, helm, dan topeng besi. Zirah modern ini lebih sederhana dibandingkan zirah model lama. Desain dan konstruksinya mulai dikembangkan pada tahun 1500-an dengan tujuan memaksimalkan mobilitas pasukan pada saat pertempuran serta mampu memberikan perlindungan terhadap tembakan senapan musket yang mulai marak digunakan.


 Unsur modern zirah jenis ini antara lain ketopong berengsel pelindung dada dan pelindung punggung (hinged iron cuirass), suatu desain yang mungkin diturunkan dari prototip zirah Eropa. Terbagi atas dua bagian, ketopong ini mudah dikenakan dan dilepaskan. Pelindung dada terbuat dari dua pelat besar besi yang dilapisi kulit. Bagian-bagian lain terbuat dari bilah-bilah besi pernis yang diikat pararel dengan tali sutra. Dua pelat tersebut disatukan dengan rantai yang ditutupi lapisan kain brokat. Konstruksinya yang kokoh mampu memberikan perlindungan yang lebih superior.

Bagian rok yang terpisah, tergantung pada pelat pelindung dada, mampu melindungi pinggang dan paha sekaligus membuat samurai penunggang kuda leluasa memutar dan memiringkan tubuh serta melompat. Bagian-bagian pelindung lainnya terdiri dari pelindung bahu, penutup lengan, pelindung dagu, dan pelindung paha (dikenakan di bawah rok). Terbuat dari bilah-bilah tipis besi pernis dan disatukan dengan tali sutra kepang, bagian-bagian tersebut sangat fleksible serta relatif ringan.
baju perang samurai jenis Tosei Gusoku
Baju zirah modern didesain untuk pasukan infantri. Tidak seperti zirah Ō-yoroi, zirah modern lebih langsing dan tidak kaku menjadikannya lebih ringan dan memudahkan pergerakan. Desain baju zirah modern juga lebih berlekuk dengan desain tiga dimensi. Penggunaan elemen dekoratif membuat satu pasukan bisa dikenali dari baju zirah yang dikenakannya. Material dan warna baju zirah juga menunjukkan status sosial dan kekayaan samurai yang mengenakannya.

Elegan dan gagah. hal itulah yang membuat replika Yoroi / baju zirah Jepang menjadi salah satu barang bernilai seni yang berharga untuk dikoleksi. Misalnya untuk dipajang di dojo, atau di tempat bernuansa Jepang seperti restoran, ataupun dipajang di ruang tamu anda. Karena baru bisa diproduksi di luar negeri, mungkin perlu proses dan biaya tambahan bagi kita di Indonesia untuk mendapatkan replika Yoroi. Tapi jika anda benar - benar berminat, anda beruntung karena kendojogja.com memiliki koleksi Yoroi yang bisa anda dapatkan tanpa perlu membayar ongkos kirim dan biaya lain dari luar negeri. Klik disini atau pada gambar di bawah untuk info lebih lanjut.



Monday, December 17, 2018

Baju Zirah Jepang. Bagian 1




Baju zirah / Baju besi Jepang, atau dikenal dengan Katchū (zirah dan helm), selalu dikenakan oleh samurai di medan pertempuran. Berdasarkan periode pembuatannya dapat dibedakan menjadi dua kategori, Ō-yoroi (zirah besar) dan Tosei-gusoku (zirah modern). Zirah Ō-yoroi pertama kali dikenal pada periode tengah dan akhir Heian (794~1185) dan makin tersebar luar pada periode Kamakura (1185~1336). Zirah Ō-yoroi didesain untuk pemanah berkuda yang merupakan salah satu komponen utama pasukan perang pada masa itu. Konstruksi bentuk kotak dan beratnya membatasi gerakan dan fleksibilitas pemakai zirah ini menjadikannya tidak sesuai untuk pasukan infantri.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
O-Yoroi, baju perang samurai 
Untuk perlindungan terhadap anak panah, Kabuto (helm) memiliki Fukigaeshi, bagian serupa sayap atau serupa telinga di kedua sisi samping helm ditambah komponen lainnya seperti Kyubi-no-ita dan Sendan-no-ita yang menjadi usang dan digantikan oleh baju perang Tosei-gushoku di periode Muromachi. Hal ini disebabkan mulai digunakannya senjata api pada masa itu yang memaksa samurai beralih ke taktik pertempuran infantri. Zirah Ō-yoroi umumnya dikenakan Samurai berpangkat tinggi yang menunggang kuda. Meskipun samurai berpangkat lebih rendah juga menggunakan zirah yang serupa namun komponen zirah yang digunakan lebih sedikit. Zirah tersebut lebih ringan dan tidak memiliki simbol dekoratif yang mudah dikenali pada zirah yang dikenakan samurai berpangkat tinggi.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
samurai berkuda , menggunakan O-yoroi
Bagaimanapun juga, proses produksi baju zirah Ō-yoroi sangat memakan waktu. Dibutuhkan material setara 2000 lempeng kozane dan 265 hari untuk membuat satu set zirah ini. Hal ini menjadikan zirah Ō-yoroi yang paling formal dan paling indah, serta dianggap sebagai jenis zirah Jepang yang sejati. Pada periode Edo, keluarga bangsawan dan tuan tanah memesan zirah jenis ini lengkap dengan hiasan lambang keluarga atau klan mereka. Zirah Ō-yoroi yang saat ini masih terjaga kondisinya umumnya berasal dari periode Edo.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
Yoroi dengan hiasan yang indah menjadi salah satu lambang prestise samurai
Elegan dan gagah. hal itulah yang membuat replika Yoroi / baju zirah Jepang menjadi salah satu barang bernilai seni yang berharga untuk dikoleksi. Misalnya untuk dipajang di dojo, atau di tempat bernuansa Jepang seperti restoran, ataupun dipajang di ruang tamu anda. Karena baru bisa diproduksi di luar negeri, mungkin perlu proses dan biaya tambahan bagi kita di Indonesia untuk mendapatkan replika Yoroi. Tapi jika anda benar - benar berminat, anda beruntung karena kendojogja.com memiliki koleksi Yoroi yang bisa anda dapatkan tanpa perlu membayar ongkos kirim dan biaya lain dari luar negeri. Klik disini atau pada gambar di bawah untuk info lebih lanjut.




Tuesday, November 20, 2018

Beladiri Wing Chun di Layar Kaca Anda. Bagian 2


Gong Er di film The Grandmaster



Menilik film The Grandmaster, Gong Er – karakter fiktif yang diceritakan sebagai satu-satunya anak perempuan seorang ahli beladiri bernama Baguazhang, memaksa Ip untuk bertarung melawan dirinya setelah Ip berhasil mengalahkan ayahnya, Gong Er benar-benar ingin mengembalikan kehormatan keluarganya setelah pertandingan yang jauh dari bayangannya tersebut.
Gong dan Ip bertanding di sebuah rumah bordil – saling setuju bahwa siapa saja yang nantinya pertama kali merusak perabot di rumah tersebut dinyatakan kalah. Pertarungan habis-habisan antara keduanya berakhir dengan kemenangan Gong yang menggunakan teknik “64 pukulan” hingga Ip merusak tangga kayu, yang padahal dilakukannya untuk menyelamatkan Gong agar tidak terpeleset. Kedua karakter menjadi teman setelah pertandingan.

Master Chen Shi di The Final Master



The Final Master merupakan film fiksi yang rilis di tahun 2015, digarap oleh sutradara Xu Haofeng. Film ini menceritakan tentang master Wing Chun Chen Shi, yang diperankan oleh aktor Cina asli Liao Fan, yang sangat semangat membuka sekolah beladiri di Tianjin. Hal ini ia lakukan agar ia dapat menguasai teknik tradisional Wing Chun ketika masa awal Perang Dunia Kedua di Cina.
Sayangnya, berdasarkan peraturan perkumpulan beladiri loka, Chen harus bertarung melawan para master dari sekolah beladiri lainnya yang ada di komunitas tersebut sebelum ia akhirnya bisa membuka sekolah beladirinya sendiri. Film tersebut menyajikan beberapa pertarungan yang melibatkan pertunjukan senjata kuno dari Cina klasik dan duel yang sangat penting. Mendekati akhir film, Chen menggunakan pedang kupu-kupu Wing Chun untuk  mengalahkan puluhan musuh banyaknya yang juga master dari beladiri lainnya di gang sempit.

Hung Chung-nam di Ip Man 2



Karakter bermana Hung Chun-nam, seorang grandmaster Hung Kuen, aliran beladiri dari Cina Selatan, diperankan oleh Sammo Hung yang juga menjadi pengatur koreo di film tersebut. Sama seperti yang dilakukan Chen Shi di The Final Master, Ip dipaksa oleh Hung untuk menghadiri acara pertarungan perayaan khusus yang bertujuan untuk memastikan kemampuannya sebelum membuka sekolah beladirinya sendiri.
Ip menghadiri perayaan tersebut dan mengalahkan dua penantangnya sebelum akhirnya bertarung seri dengan penantang ketiga, yaitu Hung. Duel final mereka sangat terkenal karena pertarungan dua pria ini dilakukan untuk menentukan di mana mereka akan duduk di rumah teh Cina. Adegan bertarung yang dirancang dengan apik memenangkan penghargaan untuk Koreo Film Aksi Terbaik di perhelatan ke-30 Hong Kong Film Awards tahun 2011.

Siu Long di Ip Man 3



Bicara soal Wing Chun atau kehidupan Guru Ip, tentu saja ada satu nama yang berkaitan erat dengan mereka, yaitu aktor mendiang Bruce Lee. Produser yang memprakarsai Ip Man 3 sepertinya memiliki pandangan dan tujuan yang sama di film ini. Dapat dilihat dari film ini, Lee atau Siu Long yang diperankan oleh aktor Danny Chan, memutuskan untuk masuk ke sekolah beladiri milik Ip dan berharap menjadi penerus dari sang guru besar.

Ip kemudian mengajukan beberapa tes untuk Lee, salah satunya dengan melemparkan rokok-rokok dengan cepat terus menerus. Hal ini ia lakukan untuk melihat kemampuan Lee dalam memukul tiap batang rokok. Meski pun Ip tidak menerima Lee dalam film – mungkin karena sikap arogan Lee – di kehidupan nyata, Lee merupakan murid Ip yang paling disiplin hingga akhir hayatnya dan pada akhirnya menjadi seorang bintang beladiri internasional hingga kematiannya yang cukup awal di tahun 1973 ketika Bruce Lee berusia 32 tahun.


Wednesday, October 17, 2018

Fakta Tentang Iaito

8:57 AM Posted by author , , , , , No comments


Iaito adalah pedang tumpul, tanpa sisi tajam, yang digunakan untuk latihan iaido. Katana (pedang tajam) disebut shinken (pedang asli).Perbedaan mendasar iaito dari shinken adalah tidak adanya sisi tajam dan didesain untuk latihan iai/batto. Pedan jenis ini tidak cocok digunakan untuk baku hantam pedang (sword-to-sword contact). Iaito harus dibedakan dengan pedang tumpul lain yang utamanya digunakan sebagai hiasan/dekorasi dan tidak aman digunakan untuk latihan seni beladiri.

Bahan dan Proses Pembuatan

Sebagian besar pedang Iaito terbuat dari material aluminium-zincalloy, bahah yang lebih ringan dan juga lebih murah dibandingkan besi baja. Penggunaan metal alloy dan sisi tumpul juga mengikuti aturan di Jepang yang membatasi pembuatan pedang dari logam besi. Dengan demikian iaito buatan Jepang hanya dapat digunakan sebagai senjata latih dan tidak bisa digunakan untuk baku hantam pedang. Bilah alloy terbaik umumnya menyerupai reproduksi pedang tajam termasuk berat dan bentuk serta finishing dan fitting yang presisi serupa pedang tajam. Iaito bahkan bisa saja mempunyai hamon tiruan (pola bilah, alur temper pada bilah besi baja temper). Rerata berat pedang tajam uchigatana tanpa sarung sekitar 1200 gram sedangkan berat iaito alloy sekitar 820 gram. Beberapa iaito besi baja juga pernah dibuat dan mempunyai kisaran berat 900 – 950 gram untuk bilah sepanjang 74 cm.


Iaito pertama kali dibuat setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, untuk mengakomodasi kebutuhan pedang untuk latihan budo modern tanpa mengijinkan kepemilikan pedang tajam. Iaito diproduksi bengkel-bengkel khusus yang tidak mempunyai hubungan dengan pandai besi pembuat pedang shinken. Beberapa dojo di Jepang hanya merekomendasikan praktisi berlatih iaido hanya dengan pedang alloy sebelum memiliki kecakapan yang konsisten untuk menggunakan pedang tajam dengan aman. Beberapa sekolah iaido mungkin mengizinkan murid berlatih dengan shinken sejak awal sedangkan beberapa sekolah lain bahkan sama sekali melarang penggunaan shinken.



Kesesuaian panjang, berat, dan keseimbangan iaito dengan postur dan kekuatan tubuh penggunanya adalah faktor utama penentu keamanan serta kemampuan pengguna menampilkan jurus (kata) dengan benar. Seringnya pengulangan gerakan pada latihan Iaido, umumnya konstruksi bilah iaito mempunyai titik keseimbangan yang lebih jauh dari ujung pedang (kissaki) dan lebih mendekati pelindung tangan (tsuba) dibandingkan bilah pedang jenis lainnya.

Ingin berlatih dengan iaito asli buatan Jepang pertama anda, atau menambah koleksi iaito anda ? kami menyediakan iaito asli buatan Jepang, informasi bisa dibaca di sini (klik link atau klik gambar dibawah) 




sumber : Wikipedia