Kendo, Aikido, martial art related

Tuesday, May 21, 2019

Way of the Bow (Kyudo). Bagian 2

Yumi

Busur panah pada seni beladiri Kyudo dikenal dengan nama Yumi. Busur ini asimetris dan panjang. Berdasarkan catatan sejarah, penduduk Jepang sudah menggunakan busur asimetris sejak abad ketiga Sebelum Masehi. Pegangan berada pada posisi dua pertiga dari ujung atas busur sehingga kurva bagian atas dan bagian bawah busur berbeda. Konstruksi asimetris ini mampu menghasilkan busur dengan kekuatan tinggi yang mampu diregangkan sejauh setengah tinggi badan pemanah.

Meskipun saat ini sudah tersedia busur modern berbahan karbon komposit, sebagian pemanah lebih memilih Yumi tradisional yang terbuat dari bambu, kayu, dan kulit. Konstruksi dan bahan pembuat Yumi tidak berubah selama ratusan tahun. Sangat penting untuk memperlakukan Yumi dengan hormat. Melangkahi Yumi yang tergeletak di permukaan tanah atau lantai dianggap tindakan tidak sopan. Juga sangat penting untuk tidak menyentuh Yumi milik orang lain tanpa ijin.



Ya

Ya adalah anak panah pada seni beladiri Kyudo. Ada dua jenis Ya, yaitu jenis pria dan jenis perempuan yang dibedakan posisi bulu yang bertolak belakang. Anak panah jenis pria yang disebut Haya, akan berputar searah jarum jam saat ditembakkan sedangkan anak panah jenis perempuan atau Otoya, akan berputar berlawanan arah jarum jam saat ditembakkan. Umumnya pemanah akan menembakkan anak panah urut bergantian, satu Haya disusul satu Otoya dan seterusnya.

Kyudo juga melatih karakter praktisinya, tidak hanya berhubungan dengan panahan tapi lebih dari itu, bagaimana sikap hidup mereka sehari-hari. Konsep untuk secara total membenamkan diri pada satu tugas dapat membantu menjernihkan pikiran. Dengan kata lain, sebuah bentuk “meditasi melalui tindakan”, meminjam konsep Budhisme Zen.Hal ini bisa membantu memancarkan martabat kemanusiaan melampaui berbagai halangan yang menutupinya. Pada akhirnya, hal ini akan membawa pada kemajuan moral dan spiritual.



Salah satu manfaat utama Kyudo justru mampu membantu praktisinya untuk menghindari konflik dan menahan diri, satu sifat yang cukup jarang dari seni beladiri. Setiap praktisi Kyudo diharapkan mampu menjunjung sopan santun, belas kasih, dan moralitas sepanjang waktu, serta mampu tetap tenang dan bermartabat meskipun berada dalam situasi tertekan.


Prinsip seni beladiri Kyudo bisa dirangkum sebagai “kebenaran, kebaikan, dan keindahan”. Kebenaran berkaitan dengan menembakkan anak panah dengan pikiran yang bersih, kebaikan merujuk pada karakter individu, dan keindahan merujuk pada keanggunan serta kehalusan etika Kyudo. Bagi sebagian praktisi, Kyudo hampir seperti kegiatan religius sedangkan bagi praktisi lainnya, Kyudo  lebih seperti latihan ketrampilan dan latihan target. Meskipun demikian, filosofi dan elemen ritual Kyudo lah yang membedakannya dengan jenis panahan lainnya.

Thursday, February 14, 2019

Way of the Bow (Kyudo). Bagian 1

4:47 PM Posted by author , , , No comments
Sebagian besar dari kita hanya familiar dengan seni beladiri asal Jepang yang sudah mendunia, sebut saja karate dan judo. Padahal selain dua seni beladiri populer tersebut, masih ada banyak seni beladiri lain yang kurang populer. Kyudo adalah salah satu seni beladiri Jepang yang kurang populer. Secara harfiah, Kyudo berarti “jalan busur” dan seni beladiri ini berakar dari tradisi kuno Shinto. Tradisi ini telah menggunakan busur dan panah sebagai bagian dari ritual selama lebih dari 2000 tahun.




Bagi praktisi seni beladiri ini, Kyudo lebih sebagai seni daripada olahraga panahan semata. Sikap dan kehormatan pemanah acap kali lebih penting dibanding mengenai target semata. Praktisi Kyudo, atau sang pemanah, akan melangkah dengan pelan dan anggun ke area pemanah. Sesampai di tempatnya, pemanah akan mengangkat busur ke atas kepalanya dan menarik tali busur sembari menurunkan posisi busur hingga anak panah sejajar pipinya hingga akhirnya anak panah ditembakkan menuju sasaran. Sepanjang proses tersebut, pemanah akan memfokuskan pandangan hanya tertuju pada sasaran panah. Pemanah yang baik bisa dikenali dari konsentrasi tingkat tinggi  yang mampu menunjukkan aura keterangan dan keheningan melingkupi tubuh mereka.



Sasaran panah sangat kecil, umumnya berdiameter 36 cm, dan berjarak 28 meter dari area pemanah. Sebuah tantangan besar untuk mengenai target sekecil dan sejauh itu. Jika anak panah berhasil mengenai target, semua orang akan meneriakkan kata “sha”, yang secara harafiah berarti “anak panah” atau tembakan. Pada perlombaan Kyudo, penilaian berdasarkan jumlah anak panah yang mengenai/tertancap di sasaran dan bukan kedekatan posisi anak panah dengan pusat sasaran.

Praktisi seni beladiri Kyudo wajib mengenakan hakama, sejenis kimono, dan praktisi perempuan juga mengenakan pelindung dada. Praktisi pria dan perempuan mengenakan sarung tangan kaku dari bahan kulit rusa untuk melindungi tangan mereka. Pemula yang baru belajar Kyudo akan berlatih merentangkan busur karet untuk melatih kekuatan dan melatih gerakan menarik busur dan membidik sasaran. Latihan awal ini bisa berlangsung selama beberapa bulan pertama sebelum bisa menembakkan anak panah pertama mereka.


Latihan praktisi Kyudo di Jogja


Seperti layaknya seni beladiri lain, ada tingkatan praktisi Kyudo, atau dikenal dengan “dan”, berdasarkan kecakapan memanah. Meskipun demikian, banyak praktisi yang berprinsip menolak adanya tingkatan bahkan menolak kompetisi. Sebaliknya, mereka lebih fokus pada peningkatan kecakapan individu. Bahkan diantara pemanah yang menerima konsep “dan” atau tingkatan, tidak ada simbol tertentu, misalnya sabuk berwarna, untuk membedakan tingkatan satu orang dengan lainnya. Bersambung ke bagian 2

Thursday, January 10, 2019

Baju Zirah Jepang. Bagian 2



Pada periode Muromachi, senjata api mulai dikenal dan jamak dikenalkan sehingga memaksa strategi pertempuran berubah drastis termasuk perubahan jenis baju perang. Pengaruh baju zirah Eropa juga turut mempengaruhi kemunculan serta popularitas baju zirah yang lebih modern yang dikenal dengan nama Tosei-gusoku. Satu set lengkap zirah modern ini terdiri dari pelindung badan, helm, dan topeng besi. Zirah modern ini lebih sederhana dibandingkan zirah model lama. Desain dan konstruksinya mulai dikembangkan pada tahun 1500-an dengan tujuan memaksimalkan mobilitas pasukan pada saat pertempuran serta mampu memberikan perlindungan terhadap tembakan senapan musket yang mulai marak digunakan.


 Unsur modern zirah jenis ini antara lain ketopong berengsel pelindung dada dan pelindung punggung (hinged iron cuirass), suatu desain yang mungkin diturunkan dari prototip zirah Eropa. Terbagi atas dua bagian, ketopong ini mudah dikenakan dan dilepaskan. Pelindung dada terbuat dari dua pelat besar besi yang dilapisi kulit. Bagian-bagian lain terbuat dari bilah-bilah besi pernis yang diikat pararel dengan tali sutra. Dua pelat tersebut disatukan dengan rantai yang ditutupi lapisan kain brokat. Konstruksinya yang kokoh mampu memberikan perlindungan yang lebih superior.

Bagian rok yang terpisah, tergantung pada pelat pelindung dada, mampu melindungi pinggang dan paha sekaligus membuat samurai penunggang kuda leluasa memutar dan memiringkan tubuh serta melompat. Bagian-bagian pelindung lainnya terdiri dari pelindung bahu, penutup lengan, pelindung dagu, dan pelindung paha (dikenakan di bawah rok). Terbuat dari bilah-bilah tipis besi pernis dan disatukan dengan tali sutra kepang, bagian-bagian tersebut sangat fleksible serta relatif ringan.
baju perang samurai jenis Tosei Gusoku
Baju zirah modern didesain untuk pasukan infantri. Tidak seperti zirah Ō-yoroi, zirah modern lebih langsing dan tidak kaku menjadikannya lebih ringan dan memudahkan pergerakan. Desain baju zirah modern juga lebih berlekuk dengan desain tiga dimensi. Penggunaan elemen dekoratif membuat satu pasukan bisa dikenali dari baju zirah yang dikenakannya. Material dan warna baju zirah juga menunjukkan status sosial dan kekayaan samurai yang mengenakannya.

Elegan dan gagah. hal itulah yang membuat replika Yoroi / baju zirah Jepang menjadi salah satu barang bernilai seni yang berharga untuk dikoleksi. Misalnya untuk dipajang di dojo, atau di tempat bernuansa Jepang seperti restoran, ataupun dipajang di ruang tamu anda. Karena baru bisa diproduksi di luar negeri, mungkin perlu proses dan biaya tambahan bagi kita di Indonesia untuk mendapatkan replika Yoroi. Tapi jika anda benar - benar berminat, anda beruntung karena kendojogja.com memiliki koleksi Yoroi yang bisa anda dapatkan tanpa perlu membayar ongkos kirim dan biaya lain dari luar negeri. Klik disini atau pada gambar di bawah untuk info lebih lanjut.



Monday, December 17, 2018

Baju Zirah Jepang. Bagian 1




Baju zirah / Baju besi Jepang, atau dikenal dengan Katchū (zirah dan helm), selalu dikenakan oleh samurai di medan pertempuran. Berdasarkan periode pembuatannya dapat dibedakan menjadi dua kategori, Ō-yoroi (zirah besar) dan Tosei-gusoku (zirah modern). Zirah Ō-yoroi pertama kali dikenal pada periode tengah dan akhir Heian (794~1185) dan makin tersebar luar pada periode Kamakura (1185~1336). Zirah Ō-yoroi didesain untuk pemanah berkuda yang merupakan salah satu komponen utama pasukan perang pada masa itu. Konstruksi bentuk kotak dan beratnya membatasi gerakan dan fleksibilitas pemakai zirah ini menjadikannya tidak sesuai untuk pasukan infantri.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
O-Yoroi, baju perang samurai 
Untuk perlindungan terhadap anak panah, Kabuto (helm) memiliki Fukigaeshi, bagian serupa sayap atau serupa telinga di kedua sisi samping helm ditambah komponen lainnya seperti Kyubi-no-ita dan Sendan-no-ita yang menjadi usang dan digantikan oleh baju perang Tosei-gushoku di periode Muromachi. Hal ini disebabkan mulai digunakannya senjata api pada masa itu yang memaksa samurai beralih ke taktik pertempuran infantri. Zirah Ō-yoroi umumnya dikenakan Samurai berpangkat tinggi yang menunggang kuda. Meskipun samurai berpangkat lebih rendah juga menggunakan zirah yang serupa namun komponen zirah yang digunakan lebih sedikit. Zirah tersebut lebih ringan dan tidak memiliki simbol dekoratif yang mudah dikenali pada zirah yang dikenakan samurai berpangkat tinggi.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
samurai berkuda , menggunakan O-yoroi
Bagaimanapun juga, proses produksi baju zirah Ō-yoroi sangat memakan waktu. Dibutuhkan material setara 2000 lempeng kozane dan 265 hari untuk membuat satu set zirah ini. Hal ini menjadikan zirah Ō-yoroi yang paling formal dan paling indah, serta dianggap sebagai jenis zirah Jepang yang sejati. Pada periode Edo, keluarga bangsawan dan tuan tanah memesan zirah jenis ini lengkap dengan hiasan lambang keluarga atau klan mereka. Zirah Ō-yoroi yang saat ini masih terjaga kondisinya umumnya berasal dari periode Edo.


jual baju perang samurai yoroi asli jepang
Yoroi dengan hiasan yang indah menjadi salah satu lambang prestise samurai
Elegan dan gagah. hal itulah yang membuat replika Yoroi / baju zirah Jepang menjadi salah satu barang bernilai seni yang berharga untuk dikoleksi. Misalnya untuk dipajang di dojo, atau di tempat bernuansa Jepang seperti restoran, ataupun dipajang di ruang tamu anda. Karena baru bisa diproduksi di luar negeri, mungkin perlu proses dan biaya tambahan bagi kita di Indonesia untuk mendapatkan replika Yoroi. Tapi jika anda benar - benar berminat, anda beruntung karena kendojogja.com memiliki koleksi Yoroi yang bisa anda dapatkan tanpa perlu membayar ongkos kirim dan biaya lain dari luar negeri. Klik disini atau pada gambar di bawah untuk info lebih lanjut.




Tuesday, November 20, 2018

Beladiri Wing Chun di Layar Kaca Anda. Bagian 2


Gong Er di film The Grandmaster



Menilik film The Grandmaster, Gong Er – karakter fiktif yang diceritakan sebagai satu-satunya anak perempuan seorang ahli beladiri bernama Baguazhang, memaksa Ip untuk bertarung melawan dirinya setelah Ip berhasil mengalahkan ayahnya, Gong Er benar-benar ingin mengembalikan kehormatan keluarganya setelah pertandingan yang jauh dari bayangannya tersebut.
Gong dan Ip bertanding di sebuah rumah bordil – saling setuju bahwa siapa saja yang nantinya pertama kali merusak perabot di rumah tersebut dinyatakan kalah. Pertarungan habis-habisan antara keduanya berakhir dengan kemenangan Gong yang menggunakan teknik “64 pukulan” hingga Ip merusak tangga kayu, yang padahal dilakukannya untuk menyelamatkan Gong agar tidak terpeleset. Kedua karakter menjadi teman setelah pertandingan.

Master Chen Shi di The Final Master



The Final Master merupakan film fiksi yang rilis di tahun 2015, digarap oleh sutradara Xu Haofeng. Film ini menceritakan tentang master Wing Chun Chen Shi, yang diperankan oleh aktor Cina asli Liao Fan, yang sangat semangat membuka sekolah beladiri di Tianjin. Hal ini ia lakukan agar ia dapat menguasai teknik tradisional Wing Chun ketika masa awal Perang Dunia Kedua di Cina.
Sayangnya, berdasarkan peraturan perkumpulan beladiri loka, Chen harus bertarung melawan para master dari sekolah beladiri lainnya yang ada di komunitas tersebut sebelum ia akhirnya bisa membuka sekolah beladirinya sendiri. Film tersebut menyajikan beberapa pertarungan yang melibatkan pertunjukan senjata kuno dari Cina klasik dan duel yang sangat penting. Mendekati akhir film, Chen menggunakan pedang kupu-kupu Wing Chun untuk  mengalahkan puluhan musuh banyaknya yang juga master dari beladiri lainnya di gang sempit.

Hung Chung-nam di Ip Man 2



Karakter bermana Hung Chun-nam, seorang grandmaster Hung Kuen, aliran beladiri dari Cina Selatan, diperankan oleh Sammo Hung yang juga menjadi pengatur koreo di film tersebut. Sama seperti yang dilakukan Chen Shi di The Final Master, Ip dipaksa oleh Hung untuk menghadiri acara pertarungan perayaan khusus yang bertujuan untuk memastikan kemampuannya sebelum membuka sekolah beladirinya sendiri.
Ip menghadiri perayaan tersebut dan mengalahkan dua penantangnya sebelum akhirnya bertarung seri dengan penantang ketiga, yaitu Hung. Duel final mereka sangat terkenal karena pertarungan dua pria ini dilakukan untuk menentukan di mana mereka akan duduk di rumah teh Cina. Adegan bertarung yang dirancang dengan apik memenangkan penghargaan untuk Koreo Film Aksi Terbaik di perhelatan ke-30 Hong Kong Film Awards tahun 2011.

Siu Long di Ip Man 3



Bicara soal Wing Chun atau kehidupan Guru Ip, tentu saja ada satu nama yang berkaitan erat dengan mereka, yaitu aktor mendiang Bruce Lee. Produser yang memprakarsai Ip Man 3 sepertinya memiliki pandangan dan tujuan yang sama di film ini. Dapat dilihat dari film ini, Lee atau Siu Long yang diperankan oleh aktor Danny Chan, memutuskan untuk masuk ke sekolah beladiri milik Ip dan berharap menjadi penerus dari sang guru besar.

Ip kemudian mengajukan beberapa tes untuk Lee, salah satunya dengan melemparkan rokok-rokok dengan cepat terus menerus. Hal ini ia lakukan untuk melihat kemampuan Lee dalam memukul tiap batang rokok. Meski pun Ip tidak menerima Lee dalam film – mungkin karena sikap arogan Lee – di kehidupan nyata, Lee merupakan murid Ip yang paling disiplin hingga akhir hayatnya dan pada akhirnya menjadi seorang bintang beladiri internasional hingga kematiannya yang cukup awal di tahun 1973 ketika Bruce Lee berusia 32 tahun.


Wednesday, October 17, 2018

Fakta Tentang Iaito

8:57 AM Posted by author , , , , , No comments


Iaito adalah pedang tumpul, tanpa sisi tajam, yang digunakan untuk latihan iaido. Katana (pedang tajam) disebut shinken (pedang asli).Perbedaan mendasar iaito dari shinken adalah tidak adanya sisi tajam dan didesain untuk latihan iai/batto. Pedan jenis ini tidak cocok digunakan untuk baku hantam pedang (sword-to-sword contact). Iaito harus dibedakan dengan pedang tumpul lain yang utamanya digunakan sebagai hiasan/dekorasi dan tidak aman digunakan untuk latihan seni beladiri.

Bahan dan Proses Pembuatan

Sebagian besar pedang Iaito terbuat dari material aluminium-zincalloy, bahah yang lebih ringan dan juga lebih murah dibandingkan besi baja. Penggunaan metal alloy dan sisi tumpul juga mengikuti aturan di Jepang yang membatasi pembuatan pedang dari logam besi. Dengan demikian iaito buatan Jepang hanya dapat digunakan sebagai senjata latih dan tidak bisa digunakan untuk baku hantam pedang. Bilah alloy terbaik umumnya menyerupai reproduksi pedang tajam termasuk berat dan bentuk serta finishing dan fitting yang presisi serupa pedang tajam. Iaito bahkan bisa saja mempunyai hamon tiruan (pola bilah, alur temper pada bilah besi baja temper). Rerata berat pedang tajam uchigatana tanpa sarung sekitar 1200 gram sedangkan berat iaito alloy sekitar 820 gram. Beberapa iaito besi baja juga pernah dibuat dan mempunyai kisaran berat 900 – 950 gram untuk bilah sepanjang 74 cm.


Iaito pertama kali dibuat setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, untuk mengakomodasi kebutuhan pedang untuk latihan budo modern tanpa mengijinkan kepemilikan pedang tajam. Iaito diproduksi bengkel-bengkel khusus yang tidak mempunyai hubungan dengan pandai besi pembuat pedang shinken. Beberapa dojo di Jepang hanya merekomendasikan praktisi berlatih iaido hanya dengan pedang alloy sebelum memiliki kecakapan yang konsisten untuk menggunakan pedang tajam dengan aman. Beberapa sekolah iaido mungkin mengizinkan murid berlatih dengan shinken sejak awal sedangkan beberapa sekolah lain bahkan sama sekali melarang penggunaan shinken.



Kesesuaian panjang, berat, dan keseimbangan iaito dengan postur dan kekuatan tubuh penggunanya adalah faktor utama penentu keamanan serta kemampuan pengguna menampilkan jurus (kata) dengan benar. Seringnya pengulangan gerakan pada latihan Iaido, umumnya konstruksi bilah iaito mempunyai titik keseimbangan yang lebih jauh dari ujung pedang (kissaki) dan lebih mendekati pelindung tangan (tsuba) dibandingkan bilah pedang jenis lainnya.

Ingin berlatih dengan iaito asli buatan Jepang pertama anda, atau menambah koleksi iaito anda ? kami menyediakan iaito asli buatan Jepang, informasi bisa dibaca di sini (klik link atau klik gambar dibawah) 




sumber : Wikipedia

Thursday, September 20, 2018

Akankah film Ip Man 4 Bakal Jadi Aksi Terakhir Donnie Yen ?

wing chun ip man wooden dummy donnie yen
Adegan film Ip Man 3. (Pegasus Motion Pictures / dok. Amero Film)


Bagi pecinta film beladiri kung fu dan wing chun, seri film Ip Man bukan lagi hal yang asing. Tak berapa lama lagi, Ip Man 4 akan hadir di bioskop-bioskop tak terkecuali di Indonesia, bahkan kabarnya syuting dan proses produksi sudah berlangsung sejak April tahun lalu.Donnie Yen, pemain utama yang paling ditunggu-tunggu dari film ini hanya mengunggah pengumuman singkat di Instagram tentang proses produksi yang telah dimulai. Namun, aktor tersebut juga sekaligus menyiratkan bahwa Ip Man 4 ini akan menjadi yang terakhir. Masih dari unggahan Instagram Donnie Yen, dirinya menampilkan cuplikan video yang direkam di lokasi syuting bareng dengan beberapa kru dan pemain lainnya. Mereka sedang berdoa sebelum menyantap makanan yang tertata di meja makan.

Sayangnya, pemberitahuan resmi tentang tanggal rilis Ip Man 4 masih belum diketahui. Tentu saja banyak orang menaruh harapan besar terhadap film yang ceritanya merujuk pada guru besar Bruce Lee itu untuk rilis sebelum akhir tahun 2019. Bersama unggahannya di Instagram, Donnie Yen juga menuliskan keterangan dalam bahasa Mandarin dan Inggris. Berdasarkan keterangan yang ditulisnya, Donnie secara tersirat mengumumkan bahwa Ip Man 4 akan menjadi film terakhir dari film waralaba tersebut.

“Saya yakin film Ip Man menginspirasi banyak orang di luar sana. Bukan karena pahlawan yang diciptakan namun karena integritas dan semangat seorang pria, seorang pria yang menjunjung tinggi kebahagiaan keluarganya dan martabat negaranya. Hari pertama syuting, 7 April, dari tiga seri pertama, lagi, saya melanjutkan seri ke-4 dan mungkin menjadi misi terakhir kami semua,” tulisnya di unggahannya Instagram @donnieyenofficial, Senin (9/4/2018)

Film Ip Man secara khusus menyoroti Wing Chun, yang merupakan salah satu cabang bela diri yang diciptakan oleh Ip Man. Dalam proses pembuatan film ini, Bruce Lee awalnya akan dimasukkan ke dalam film dengan teknologi CGI. Namun pada akhirnya mendiang yang legendaris itu diperankan oleh Kwok-Kwan Chan. Tiga film Ip Man pertama disutradarai oleh Wilson Yip dan kembali berkolaborasi di film ke-4 ini. Kabarnya, di seri yang ke-4 ini sang karakter utama akan kembali ke Amerika Serikat dan terlibat lagi dengan Bruce Lee yang memiliki studio Wing Chun di Seattle, Washington. Kemungkinan besar, Kwok-Kwan Chan juga akan kembali memerankan Bruce Lee sekaligus beradu akting dengan Donnie Yen.

Tuesday, August 21, 2018

Beladiri Wing Chun di Layar Kaca Anda. Bagian 1

wing chun ip man wooden dummy boneka kayu kungfu mok yan jong
Poster film- film Ip Man yang dibintangi olh Donnie Yen


Selama lebih dari 10 tahun terakhir, Ip Man – pencipta aliran beladiri Wing Chun yang diketahui sebagai pelatih beladiri aktor legendaris Bruce Lee – menjadi karakter yang sangat populer di sinema Hong Kong. Ip, yang mengajar Wing Chun di Hong Kong sekitar tahun 60an hingga awal 70an, meninggal di tahun 1972, di usianya yang ke-79.

Film berseri Ip Man menampilkan aktor Donnie Yen di poster-posternya. Semua filmnya digarap langsung oleh Wilson Yip, yang dimulai di tahun 2008. Ada juga film yang mengangkat tentang Ip Man di tahun 2013, berjudul The Grandmaster, dimainkan oleh Tony Leung, digarap oleh sutradara Wong Kar Wai. Anthony Wong juga terlibat di film serupa di tahun yang sama berjudul Ip Man: The Final Fight. Film tersebut disutradarai oleh Herman Yau dan ceritanya menyoroti tahun-tahun terakhir sang master Wing Chun.

Ip Man pertama yang dibintangi oleh Donnie Yen mendapat 12 nominasi di penghargaan bergengsi, Hong Kong Film Awards 2009, dan menang di kategori Film Terbaik dan Koreografi Film Aksi Terbaik. Kesuksesannya di box office menjadi salah satu alasan film ini dibuat menjadi seri dan melahirkan Ip Man 2 di 2010 dan Ip Man 3 di 2015. Dikontrak hingga 4 film, Ip Man 4 direncanakan akan rilis tahun depan.


Meskipun Ip merupakan master Wing Chun yang benar-benar ada di dunia nyata, semua filmnya memasukkan berbagai macam plot fiktif dan perkelahian untuk mendukung drama serta serunya jalan cerita. Pertarungan antara Ip dan orang-orang di film – biasanya master dari cabang beladiri lainnya, atau petarung yang menggunakan teknik kung fu tertentu – menjadi pondasi yang kuat dari film. Keterampilan khusus yang digunakan Ip dan pesaingnya yang juga master beladiri telah terbukti menjadi daya tarik terbesar bagi para penonton.Mari bersama-sama kita lihat lima adegan bertarung yang keren antara Ip Man dan musuh-musuhnya, dan dari beberapa film Wing Chun lainnya.

Cheung Tin-chi di Ip Man 3

wing chun ip man wooden dummy boneka kayu kungfu mok yan jong
Pertarungan antara Ip Man dan Cheung Tin Chi dengan berbagai senjata di Ip Man 3 
Penggemar film berseri Ip Man tentunya ingat karakter antagonis bernama Cheung Tin-chi di film ketiga dari film waralaba ini. Cheung yang diperankan oleh Zhang adalah seorang pakar Wing Chun yang meyakini bahwa teknik Wing Chun nya yang paling asli dan keren. Sedangkan, Ip tidak ada apa-apanya dibanding dirinya. Maka dari itu, ia menantang Ip untuk bertarung. Tentu saja, jaman dulu apa-apa harus dibuktikan dengan pertarungan.

Di film tersebut, kedua master Wing Chun menggunakan berbagai macam senjata selama duel, termasuk tiang yang lumayan panjang, pedang kupu-kupu Wing Chun atau yang biasa disebut dengan “Bart Cham Dao”, dan terakhir menggunakan tangan kosong. Cheung, tentu saja, kalah dari Ip dan kemudian menghancurkan banner dan spanduk yang ada, menyatakan bahwa ia adalah grandmaster Wing Chun yang sebenarnya. Pertarungan yang dirancang dengan sangat apik antara kedua pakar Wing Chun, lagi-lagi, menarik para penonton untuk tidak melewatkan salah satu seri film Ip Man ini.


Film lain berjudul Master Z: The Ip Man Legacy, yang fokus menyorot kehidupan Cheung Tin-chi setelah petarungannya melawan Ip di Ip Man 3, sudah tayang di bioskop sejak 20 Desember tahun lalu, dirilis pertama kali di Hong Kong. Film ini sudah mendapatkan beberapa nominasi, salah satunya nominasi untuk kategori Koreografi Film Aksi Terbaik di Golden Horse Awards yang ke-55.



Penasaran dengan pertarungan Wing Chun yang lain ? Klik disini