Kendo, Aikido, martial art related

Monday, April 25, 2011

Ujian Mudansha Aikido Jogja, 3 April 2011.

3:29 PM Posted by author No comments

Pada hari minggu 3 April 2011, BPD aikido Yogya mengadakan ujian kyu/mudansha, yang diikuti oleh aikidoka kota Yogyakarta yang telah memenuhi syarat. Sebagai orang baru di kota ini, walaupun stok lama sih, ini adalah kesempatan untuk bertemu dan memperkenalkan diri dengan teman – teman dan sensei – sensei aikido Yogyakarta.

suasana ujian

Para sensei mendiskusikan hasil ujian

Ujian dilaksanakan di dojo Pesona Merapi di Jalan Kaliurang KM. 9 klo ga salah. Pertama kalinya datang kesitu, untung ga nyasar, hehe.. Datang telat, ujian dah mulai, jadi langsung aja deh cari posisi untuk melihat ujian. Setelah ujian selesai, para sensei berkumpul untuk mendiskusikan hasil ujian dan menentukan kelulusan peserta. Kemudian para peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan hasil ujian, dan semua peserta dinyatakan lulus..,selamat yaah.. Baru deh setelah itu, menghampiri sensei – sensei untuk memperkenalkan diri sebagai pendatang baru stok lama di kota Jogja, hehehe…



foto - fotooo.....






Saturday, April 16, 2011

Demo Kendo di Acara Act for Japan

9:51 AM Posted by author No comments
Dalam rangka pengumpulan dana untuk membantu korban bencana gempa dan tsunami di Jepang, yang terjadi pada 3 maret 2011, perkumpulan mahasiswa Jepang yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta, mengadakan acara pengumpulan dana bertajuk “Act for Japan”. Acara ini diadakan di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, pada 9 – 10 April 2011. Acaranya diisi dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang, misalnya tarian, nyanyian, dan demo beladiri yang berasal dari Jepang. Selain itu ada juga stan – stan yang menampilkan budaya jepang yang lain, yaitu stan permainan tradisional jepang, foto dengan memakai kimono, serta stan untuk belajar kaligrafi dan bahasa Jepang.


Dan karena tema blog ini adalah beladiri, maka yang akan diulas disini hanyalah kegiatan demo beladiri, khususnya demo kendo oleh Yogyakarta Kendo Association. Awal mulanya, kira – kira 2 atau 3 minggu sebelum acara, Hidaka sensei memberitahukan bahwa akan ada teman beliau yang akan datang saat latihan. Pertama kami mengira bahwa teman beliau akan datang untuk ikut latihan kendo, tetapi saat latihan berlangsung kok teman yang dimaksud tidak datang - datang juga. Saat latihan hampir selesai, datanglah dua orang, masih muda, dengan wajah seperti orang Jepang, ternyata eh ternyata, merekalah yang dimaksud oleh sensei. Mereka adalah Akito dan Tetsuma (klo ga salah ya), mahasiswa Jepang yang kuliah di Jogja dan panitia dari acara Act for Japan. Kedatangan mereka bermaksud untuk mengundang Yogyakarta Kendo Association sebagai salah satu pengisi acara di even Act for Japan.


Demo diputuskan akan dilakukan hari minggu, 10 April 2011, pukul 13.00 di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta. Sedangkan untuk peserta demo adalah semua anggota YKA yang telah memiliki dasar teknik yang baik, baik bogu maupun non bogu. Setelah melihat lokasi acara, karena ukuran tempat yang tidak terlalu luas, maka diputuskan bahwa demo akan dilakukan dengan format seperti ujian. Ada 3 orang motodachi yang memakai bogu, dan teknik yang akan di demo kan adalah pukulan men, kote, do, kote-men, masing – masing 4x untuk anggota non bogu, dan 5x untuk anggota bogu. Setelah itu dilanjutkan dengan demo shiai atau pertandingan, ada 2 shiai, yang pertama adalah shiai antar anggota perempuan dan berikutnya adalah antar anggota laki – laki, dengan waktu per shiai 2 menit. Berikutnya adalah demo kendo kata. Ada 4 pasang kendoka yang melakukan demo kendo kata, 2 pasang melakukan kata no 1 - 3, dan 2 pasang lagi melakukan kata no 1 – 7.


persiapan sebelum demo

Alhamdulillah sampai kata selesai, semua berjalan lancar tanpa insiden apapun. Sambutan dari penonton juga lumayan antusias, terlihat dari jumlah penonton yang menyaksikan demo ini dan beberapa orang yang menanyakan jadwal serta lokasi latihan kendo. Setelah kata, dibuka kesempatan bagi penonton untuk mencoba melakukan teknik kendo, yaitu pukulan men atau pukulan ke kepala. Beberapa penonton tampak antusias ingin mencoba. Setelah diberi penjelasan singkat tentang teknik memukul men, satu persatu mereka mulai mencoba, memang belum bagus benar, ada yang memukul dengan keras, ada yang pelan, tapi semangat mereka perlu diacungi jempol.


setelah demo, hauuss..,glek..glek..

Akhirnya semua rangkaian acara demo selesai dilakukan. Setelah melihat waktu, ternyata masih tersisa waktu kurang lebih 15 menit dari total waktu yang dialokasikan oleh panitia. Ini berarti pelaksanaan demo terlalu cepat, yaah, ini menjadi koreksi dan masukan bagi semua teman – teman agar ke depannya bisa merencanakan demo dengan lebih baik lagi. Bagaimanapun juga, secara keseluruhan acara berjalan dengan sukses, terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh panitia acara, dan semoga teman – teman kita di Jepang segera bangkit dan pulih kembali. Terima kasih ^^.


Monday, April 4, 2011

Aku dan Beladiri

10:51 AM Posted by author , No comments

Ingin sedikit bercerita dan berbagi, tentang pemikiran dan apa yang kurasakan mengenai beladiri, ato sering juga disebut seni beladiri. Seni beladiri, berdasar penjelasan dari wikipedia, adalah suatu sistem yang luas dan menyeluruh, terdiri dari berbagai tradisi dan metode latihan tempur yang sudah dibakukan/dikodifikasi. Sesuai dengan definisinya, seni beladiri pertama berkembang di medan perang dan pertempuran. Tapi seiring dengan berkurangnya peperangan dan penggunaan senjata api, seni beladiri mulai berkembang pesat di kalangan sipil / masyarakat umum. Semua seni beladiri memiliki tujuan yang mirip atau serupa : untuk mengalahkan orang lain secara fisik atau untuk mempertahankan diri dan orang lain dari ancaman fisik.


Di Indonesia sendiri, cukup banyak jenis seni beladiri yang berkembang, mulai dari beladiri asli Indonesia, yaitu pencak silat, sampai beladiri dari luar, seperti aikido, judo, BJJ, taekwondo, karate, dll. Waktu kecil, aku pernah ikut pencak silat, tapi ya namanya anak kecil, latihannya ya angin-anginan, kalo lagi rajin ya latihaan, kalo lagi males ya bolos..hahaha.. Latihan yang kuikuti waktu kecil tidak bertahan lama, kira – kira setelah 1 atau 2 tahun, akhirnya aku berhenti. Saat itu aku belum mengetahui betapa luar biasa dan menyenangkannya dunia seni beladiri.


Waktu berlalu, SD, SMP, SMU, dan akhirnya kuliah. Sebagai remaja, tentulah ada masanya mencari jati diri, mengenali bagaimana karakter kita dan ingin menjadi seperti apa kita. Di masa pencarian itu juga, kita mencari dunia seperti apa sih yang cocok dengan jiwa kita. Pada dasarnya aku adalah orang yang menyukai aktivitas fisik, dan selama masa pencarian itu aku telah mencoba berbagai aktivitas, seperti sepak bola, basket, tenis lapangan, tapi jiwaku belum merasa puas dengan semua itu, masih terasa ada sesuatu yang kurang, yang waktu itu aku sendiri belum mengerti.


Yang namanya cowok, kebanyakan pasti menyukai film action, begitu juga denganku, nonton film – film dengan adegan bag big bug terasa seru sekali. Beberapa aktor film action yang terkenal waktu itu antara lain, Chuck Norris, Cynthia Rothrock, Van Damme, Steven Seagal, dan masih banyak lagi yang aku tidak hafal namanya. Dari sekian banyak aktor dengan berbagai gaya bertarungnya, entah kenapa gaya Steven Seagal terasa paling berkesan, gayanya unik, kita tidak tau dia ngapain, tahu – tahu musuhnya udah kelempar aja. Setelah mencari – cari, ternyata beladiri itu bernama aikido. Inilah saat aku benar – benar tertarik pada beladiri.


Pencarian berlanjut, karena di kota asalku waktu itu belum ada aikido, maka keinginan untuk mencoba berlatih aikido terpaksa harus dipendam dulu. Lulus SMU, lanjut kuliah di Bandung, setelah mencari di internet, ternyata di kota ini ada tempat untuk berlatih aikido, aaah.. betapa senangnya hatiku :). Pencarian dimulai, tetapi karena satu dan lain hal, aku baru bisa memulai berlatih aikido setelah 2 tahun aku berada di kota Bandung. Agar lebih fokus, cerita lebih detail tentang pencarian dan pertemuanku dengan aikido di bandung akan kuceritakan di tulisan lain.


Setelah mulai berlatih, aku merasakan bahwa inilah yang aku cari selama ini, berlatih beladiri, dan berlatih aikido khususnya, adalah dunia yang terasa klop dengan jiwaku. Kalo bahasa lebaynya sih, ibaratnya nemuin soulmate ato separuh jiwa gtu deh, hahaha. Mengingat kembali kenangan lama, bagaimana semangat berlatih yang menggebu – nggebu, rela menembus hujan badai untuk ke dojo, titip absen saat jadwal kuliah bentrok dengan jadwal latihan, bahkan menghabiskan malam minggu dengan teman – teman dojo juga (padahal karena emang jomblo, haha..), betul – betul kenangan yang indah yang takkan terlupa.


Selain kepuasan jiwa, dari berlatih beladiri aku juga banyak mendapat manfaat lain. Menambah banyak teman, yang sampai saat ini pun, mereka semua sudah seperti keluarga kedua bagiku, menambah rasa percaya diri, kontrol emosi, menjaga kesehatan, dan masih banyak lagi. Tapi yang paling penting menurutku adalah, bagaimana kita memandang dan berlatih suatu beladiri tidak hanya dari segi berlatih fisik saja, tapi bagaimana kita juga mempelajari dan memahami filosofi serta nilai – nilai yang menjadi dasar dari suatu seni beladiri, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari – hari untuk membentuk masyarakat yang lebih baik


Hmm.. saat ini aku memiliki cita – cita, semoga bisa segera memiliki kebebasan waktu dan finansial, sehingga bisa mempelajari berbagai macam seni beladiri yang ada, seperti kata pepatah, mari memasyarakatkan beladiri dan membeladirikan masyarakat, isn’t it great? hehehe..


Saturday, April 2, 2011

Latihan Bersama Sensei Amir Machmud

9:09 AM Posted by author No comments
Pada akhir bulan Maret ini, Aikido Solo mengundang seorang sensei dari Jakarta untuk latihan bersama. Latihan bersama diadakan hari sabtu – minggu, 26-27 Maret 2011, bertempat di aula radio PTPN Solo. Sensei yang diundang adalah sensei Amir Machmud, yang menyandang tingkat Dan 4 aikido. Sensei Amir adalah sensei pengajar di dojo Kiku no Hana, Jakarta. Dojo Kiku adalah dojo tempatku berlatih saat aku masih bekerja di Jakarta.Sensei Amir diundang oleh sensei Gustav, Dan 2, salah satu sensei Aikido Solo. Latihan hari sabtu sesi pertama dimulai pukul 09.00-11.00, dipimpin oleh sensei Alan, Dan 3, sensei senior di Aikido Solo. Sesi kedua, dimulai pukul 12.30-14.30, dipimpin oleh sensei Amir.

Sebenarnya pengin banget ikut latihan hari sabtu, apa daya, hari sabtu adalah hari kerja, jadi yaa..harus masuk kerja dulu donk. Pulang kerja, langsung meluncur dari Jogja ke Solo. Perkiraan sampai di solo jam 14.00, jadi masih lumayan lah bisa melihat latihan sebentar. Sepanjang perjalanan lancar, tapi setelah memasuki kota Solo, ternyata oh ternyata, ada kemacetan di Jl. Slamet Riyadi yang entah karena apa, dari situ ke dojo yang harusnya 10 menit, jadi harus ditempuh 30 menit lebih, weew..


Sampai di dojo jam 3 sore lebih, untung latihan masih ada, jadi masih bisa ketemu sensei dan teman – teman. Setelah latihan selesai, bersama sensei Gustav, mengantar sensei Amir check in di hotel. Setelah beristirahat sejenak, dilanjutkan dengan acara yang ditunggu-tunggu, selain latihan tentunya, makaaann, ahahhaha… \(^o^)/ . Bersama sensei Gustav dan keluarga, dan beberapa teman aikido solo, kami makan malam di restoran Roso Miroso. Tempatnya nyaman, masakannnya juga enak, tapi kalo harganya aku kurang tau, hehehe… ^^. Selesai makan, sensei dan teman – teman masih lanjut acara kuliner, but I have to go home, soalnya dah jam 8 lebih, kuliner selanjutnya paling tidak pasti sampai jam 10an, klo ikut takutnya besok kesiangan dan ga bisa ikut latihan deh, hehe..


Latihan hari minggu dimulai di waktu yang sama dengan hari sabtu, diadakan 2 sesi. Latihan banyak menekankan ke latihan basic, untuk memperkuat dasar teknik yang dimiliki. Misalnya latihan shiko, ukemi, jigotai, dll. Teknik yang diajarkan juga teknik dasar, seperti irimi, shihonage, kotegaeshi, dan bukan teknik yang fancy atau teknik untuk advance. Diakhir latihan, sensei memberi kesempatan kepada peserta latihan untuk request teknik yang ingin dilatih, dan untuk penutup, diajarkan teknik ninin-gake shihonage. Selesai latihan, tentu tidak ketinggalan foto – foto bersama semua peserta, dan latihan pun selesai. Terima kasih untuk sensei Amir yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk datang, dan kepada sensei Alan dan sensei Gustav sebagai tuan rumah dari latihan bersama ini. Ditunggu event latihan berikutnya yaa..