Kendo, Aikido, martial art related

Wednesday, July 11, 2018

Ketahanan / Keawetan Kayu, Dan Faktor-Faktor Penyebab Kayu Rusak

11:47 AM Posted by author , , No comments


Keawetan kayu menjadi pertimbangan utama dalam membeli peralatan beladiri dari kayu semacam pedang kayu atau Wooden Dummy. Hampir setiap saat, banyak konsumen yang bertanya mengenai keawetan kayu dari produk-produk KIMU. Buat Anda yang masih penasaran, berikut sedikit ulasan mengenai kualitas dan keawetan kayu KIMU.

Tingkat keawetan kayu

Dari banyak produksi yang telah dibuat, KIMU membedakan keawetan kayu ke dalam beberapa tingkat. Masing-masing tingkat keawetan ini dimiliki oleh beberapa jenis kayu yang juga berbeda. Berikut ulasan singkat mengenai beberapa tingkat keawetan kayu:

  1. Kelas I dengan usia kayu mencapai 25 tahun. Jenis kayu yang masuk kelas ini adalah jati, sawo kecik, ulin, johar, sonokeling, merbau, bangkirai, tanjung, resak, behan hingga ipil.
  2. Kelas II dengan usia kayu 15-25 tahun. Jenis kayu yang termasuk di dalamnya adalah cemara gunung, kapur, weru, bungur, rengas, merawan, rasamala, walikukun, umur 3 hingga sonokembang.
  3. Kelas II dengan usia kayu 10-25 tahun. Jenis kayu yang masuk adalah ampupu, mahoni, matoa, kempas, bakau, keruing, merbau, meranti putih, meranti perah, pulai dan pinang.
  4. Kelas IV dengan usia kayu 5-10 tahun. Jenis kayunya diantaranya agatis, durian, bayur, sengon, kenari, perupuk, ketapang, kemenyan, ramin, benuang kaki hingga surian.
  5. Kelas V adalah jenis kayu yang kurang kuat dengan usia 5 tahun. Terdiri dari jabon, kapuk hutan, kenanga, kemiri, jelutung, mangga hutan hingga marabung.


Faktor pendukung keawetan kayu

Berdasarkan masing-masing kelas yang kayu berbeda, berdampak pada tingkat keawetan yang tidak sama. Tingkat keawetan yang berbeda-beda ini dipengaruhi oleh banyak hal. Beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Area tanam. Sebagian besar kayu memiliki tingkat keawetan lebih baik jika ditanam di daerah tanam yang tidak subur. Justru area tanam cukup subur membuat kayu tidak awet.
  • Umur pohon. Kayu yang berada di area tanam yang sama, usia kayu lebih tua akan memiliki tingkat keawetan lebih tinggi dibandingkan kayu muda.
  • Kondisi lingkungan juga berdampak pada tingkat keawetan kayu. Kondisi yang dimaksud diantaranya area tanam yang dekat kawasan pencemaran lingkungan dan lain sebagainya.


Awetnya kayu juga berkaitan dengan penggunaannya. Kayu yang awet berarti memiliki usia pakai yang lebih lama. Selain itu kayu menjadi tahan lama karena mampu menahan faktor yang membuat kayu cepat rusak. Namun perlu diketahui pula, bahwa dengan penggunaan yang berbeda, maka pemilihan jenis kayu yang digunakan juga tidak sama tingkat keawetannya.

Contoh mudahnya, kayu yang dianggap awet untuk konstruksi atap seperti jati, tidak selalu awet saat digunakan untuk konstruksi rumah di laut. Kayu di Indonesia yang terkenal tahan terhadap serangan serangga juga tidak menjamin awet saat digunakan untuk membuat peralatan bela diri. Karena itu tiap jenis kayu memiliki tingkat keawetan tersendiri.

Penyebab kayu rusak dari bukan makhluk hidup

Perlu Anda tahu, bahwa keawetan sebuah kayu dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu sumber kerusakan kayu berasal dari bukan makhluk hidup. Dengan kata lain sumber kerusakan kayu ini berasal dari pengaruh lingkungan dan keadaan kayu itu sendiri. Diantara kerusakan yag berasal dari bukan makhluk hidup adalah sebagai berikut:

  1. Kerusakan fisik berasal dari pengaruh alam yang merusak kayu sehingga masa pakainya lebih pendek. Sebut saja pengaruh suhu, kelembapan, udara, air, api dan lain sebagainya. Contoh nyata saat kayu sering terkena panas, maka kayu akan mudah retak dan seterusnya.
  2. Kerusakan mekanik disebabkan oleh adanya proses kerja dari alam atau kerusakan yang berasal dari tindakan manusia. Sebut saja gesekan, benturan, tekanan dan seterusnya. Contohnya kayu bengkirai yang kuat untuk atap, namun justru cepat rusak saat digunakan untuk bokken atau pedang kayu yang seringkali dibenturkan.
  3. Kerusakan kimia berasal dari proses kimiawi yang terjadi pada kayu. Sebut saja pengaruh garam, asam hingga basa sehingga berdampak pada terbentuknya selulosa, hemiselulosa hingga lignin.


Penyebab kayu rusak dari makhluk hidup

Tidak kalah berbahaya adalah kerusakan yang berasal dari makhluk hidup. Banyak jenis perusak kayu yang berasal dari serangga hidup. Bahkan pengaruh serangga ini jauh lebih buruk dampaknya dibandingkan faktor penyebab dari bukan makhluk hidup. Serangga tidak hanya menghancurkan dengan memakan kayu itu sendiri namun juga membuat lapuk.

Ada serangga yang bekerja khusus membuat susunan kimia dari kayu berubah. Membuat kayu berwarna kebiruan dan rusak. Salah satu contoh serangga paling berbahaya adalah rayap dan bubuk. Pengaruh jamur juga sangat berbahaya karena tanpa Anda sadari, jamur ini mampu membuat kayu mudah lapuk dan patah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak ada jenis kayu yang mampu menjamin seratus persen keawetannya. Berdasarkan faktor perusaknya tersebut, terdapat peluang kerusakan besar menunggu kayu baik itu saat digunakan atau tidak. Penting dipahami bahwa apapun produk yang berasal dari kayu akan mudah rusak seiring dengan semakin lamanya waktu penggunaan.


0 comments:

Post a Comment